BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
“Doa dan Usaha”
Oleh : Muhammad Riswan
Assalamualaikum wr.wb
“...barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Alla akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Qs. At-Talaq : 3)
Pembaca yang budiman, dalam kehidupan seringkali kita dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan kita untuk memilih, sehingga kita menjadi galau dalam penentuan pilihan tersebut. Atau, kita dihadapkan pada kondisi yang sering disamakan dengan kondisi telur yang berada diujung tanduk. Suatu kondisi yang memaksa kita untuk bekerja dan berfikir ekstrakeras supaya tidak mengalami kegagalan.
Pada saat itulah sering kita dapati ucapan seperti “saya sudah berusaha dengan giat, tinggal berdoa saja”. Atau ucapan “bekerjalah dengan sekuat tenaga, lalu berdoa agar pekerjaanmu berhasil”. Ucapan-ucapan tersebut menggambarkan seakan-akan kita hanya mengingat Allah setelah kita mentok dengan usaha kita, atau kita hanya mengingat Allah setelah kita melakukan usaha saja. Lalu, benarkah hal tersebut?, Apa yang harus kita lakukan ?, dimanakah doa yang sebaiknya kita letakkan, diawal, ditengah, atau diakhir pekerjaan ?
pembaca yang budiman, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surah At-Talaq ayat 2 yang artinya,
“barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya”.
Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah berserahdiri kepada Allah ta’ala. Karna dalam menghadapi masalah, yang pertama kita cari adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah baru kemudian kita menyelesaikan masalah. Maka sudah sepatutnya kita dalam mencari jalan keluar dari suatu permasalahan haruslah mencarinya kepada yang maha memiliki yaitu Allah. Maka dari itu, doa atau berserah diri kepada Allah dalam menghadapi suatu permasalahan haruslah diletakkan diawal usaha kita.
Lalu, apakah doa dan sikap berserahdiri kepada Allah hanya kita lakukan diawal usaha kita dalam menghadapi permasalahan?, jawabannya tidak. Karna doa dan tawakal kepada Allah juga harus kita tempatkan ditengah-tengah usaha kita. Yaitu, ketika kita sedang berusaha maka disitulah kita harus berdoa dan berserahdiri kepada Allah ta’ala. Allah swt berfirman,
“apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung” (Qs. Al-Jumu’ah : 10).
Dari dalil diatas, dapat kita fahami bahwa sembari kita bertebaran mencari rezeki dimuka bumi, kita diperintahkan oleh Allah untuk banyak-banyak mengingatNya. Maka dapat disimpulkan bahwa doa dan sikap tawakkal kepada Allah juga harus kita letakkan ditengah-tengah usaha kita dalam memecahkan masalah.
Kemudian setelah kita berdoa dan berserah diri kepada Allah diawal dan ditengah-tengah usaha kita dalam menghadapi permasalahan, haruskah kita juga melakukan hal yang sama diakhir usaha kita? Maka awabannya ya. Allah swt berfirman,
“maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal” (Qs. Ali Imron : 159)
Pada ayat tersebut, dapat diketahui bahwa Rasulullah saw dalam menentukan urusan politik, ekonomi, dan lain sebagainya, beliau melakukan musyawarah dengan para sahabat. Dan kemudian setelah dibulatkan tekad atau hasil dari musyawarah tersebut, rasulallah kemudian diperintahkan untuk bertawakal. Dari dalil diatas dapat kita pahami bahwa kita pun harus berdoa dan berserahdiri kepada Allah diakhir perjuangan kita dalam memecahkan masalah.
Pembaca yang budiman, dari uraian diatas dapat kita tarik benang merahnya bahwa kita harus bedoa dan bertawakal kepada Allah di awal, tengah, dan akhir dalam segala usaha yang kita lakukan. Ingatlah bahwa allah menjamin kehidupan hambanya yang bertawakal kepadanya. Sebagaimana sabda rasulullah,
“jika kamu berserahdiri kepada allah dengan sesungguhnya, pasti allah akan memberikan rizkimu sebagaimana Dia memberikan rizkinya burung, berangkat dipagi hari dengan keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Turmudzi).
Ingatlah kita harus senantiasa bertawal kepada allah yang maha menentukan nasib hambanya.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar